PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) dan PT Tata Sarana Mandiri (TSM) selaku
produsen smartphone 4G lokal, memang belum melemparkan produknya ke
pasar. Namun yang pasti harganya bakal murah.
Presiden Direktur
PTSN Abidin mengaku belum menetapkan harga pasti dari produk tersebut.
Namun, smartphone yang bernama Ivo tersebut diperkirakan harganya tidak
melebihi Rp 2 juta per unit.
Pasar yang akan dituju oleh produknya adalah kalangan
menengah dan sedikit ke atas. Ini mengingat teknologi yang dimiliki
berfungsi untuk memenuhi kebutuhan kelas tersebut.
Seperti
misalnya untuk eksekutif muda. Kecenderungan yang dibutuhkan adalah
transfer data. Sehingga dibandingkan harus membeli produk dengan harga
sekitar Rp 5-7 juta, maka diberikan alternatif pilihan harga yang lebih
murah.
Seperti diketahui, ponsel ini didukung oleh Qualcomm
Snapdragon 400 chipset berprosesor quad core 1.2 GHz, RAM 1 GB, Storage 8
GB, Camera 8 MP, dan dual SIM card serta OS Android.
Smartphone 4G yang untuk pertama kalinya diproduksi di dalam negeri
dinilai cukup membanggakan. Tapi sayang, 70% dari komponennya masih
diimpor.
Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) Abidin
mengakui keterbatasan produksi dari komponen smartphone 4G. Sehingga
baru 30% porsi komponen lokal di dalam produknya.
Sementara
itu, komponen lainnya berasal dari Tiongkok dan Malaysia. Pihak produsen
menyatakan, pengurangan komponen impor ini akan dilakukan secara
bertahap. Perusahaannya akan mencoba untuk meningkatkan komponen lokal
dari dalam negeri.
Impor komponen terjadi karena mempertimbangkan kualitas dari smartphone
itu sendiri. Komponen impor memang sudah teruji kualitasnya. Sedangkan
dari lokal, perlu diuji secara bertahap.
Kesimpulan, Nah gimana nih berminat untuk menanti ponseel 4G tipe ini.
No comments:
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungan saudara, jika ada masukan ataupun saran boleh berbagi di kolom komentar. Terima kasih